Liputan6.com, Jakarta - Setiap tindakan dalam hidup memiliki risiko, baik itu kebaikan maupun keburukan. Dalam ceramahnya, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan bagaimana manusia harus bijak dalam memilih jalan hidup. Kebaikan memang memiliki risiko, tetapi di baliknya ada manfaat besar yang tidak dimiliki keburukan.
Gus Baha memberikan penjelasan ini secara gamblang dalam sebuah pengajian yang dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @takmiralmukmin. Ia menggunakan analogi sederhana untuk menunjukkan bahwa setiap pilihan membawa konsekuensi yang harus dihadapi.
Menurut Gus Baha, orang yang melakukan keburukan sering kali menghadapi risiko besar. Sebagai contoh, pengedar narkoba hidup dengan bayang-bayang ditangkap polisi, persaingan antar bandar, hingga ancaman hukuman berat.
Ia juga mencontohkan bagaimana risiko menghantui seorang pencuri. “Jadi maling itu risikonya besar. Bisa ditangkap polisi, digebuki orang, atau bahkan kehilangan nyawa karena perbuatannya,” ujarnya.
Begitu pula dengan tukang copet yang kerap berhadapan dengan risiko tinggi. Mereka harus menghadapi ancaman tertangkap basah hingga dikeroyok oleh massa yang marah. Keburukan memang memiliki konsekuensi yang tidak mudah.
Namun, Gus Baha mengingatkan bahwa kebaikan juga memiliki risiko. Seseorang yang berbuat baik, seperti memperjuangkan kebenaran, juga bisa menghadapi tantangan berat, termasuk hinaan, fitnah, atau tekanan dari orang-orang yang tidak menyukainya.
Simak Video Pilihan Ini:
Swafoto di Pinggir Rel, Remaja Kebumen Tewas Tertabrak Kereta Api
© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)