WAKIL Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran belum sesuai harapan publik selama setahun terakhir.
Menurut Anwar, pemerintahan sekarang belum optimal dalam pemberantasan korupsi. Ia mengatakan, meski sudah ada yang ditindak aparat penegak hukum, pemerintah belum menindak sampai ke akarnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Kita memang bisa memahami bahwa menindak mereka-mereka tersebut adalah tidak mudah. Mereka masih punya kekuatan untuk melindungi diri mereka, terutama lewat orang-orang mereka yang masih ada di pemerintahan dan penegak hukum,” kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Oktober 2025.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengatakan kondisi ini membuat kasus-kasus mereka tidak kunjung terangkat ke permukaan dan mandeg. “Oleh karena itu, jika Prabowo tidak berhasil membenahi masalah ini dengan baik, dampaknya tidak hanya akan merusak nama Prabowo sendiri karena dia akan dinilai oleh rakyat hanya omon-omon saja,” katanya.
Anwar mendesak Prabowo untuk mereformasi kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tanpa perubahan di ketiga institusi tersebut, kata Anwar, pemberantasan korupsi di negeri ini tidak akan pernah berjalan dengan baik.
Ia juga menyinggung masalah ekonomi. Ia mengatakan daya beli masyarakat lapisan bawah masih lemah sehingga banyak dari para pedagang mengeluh barang mereka tidak laku. Sedangkan hasil kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara juga belum terlihat.
“Apalagi melihat dana-dana yang dimilikinya belum lagi diinvestasikan pada sektor riil, terutama pada proyek-proyek strategis di berbagai sektor seperti dalam bidang inf...





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)