9 bulan yg lalu

Sertifikasi Halal Bikin UMKM Lebih Pede dan Naik Kelas


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Welly Kent Sen (31 tahun) memutuskan untuk melanjutkan usaha turun-temurun dari kakeknya. Berbasis di Pontianak, Kalimantan Barat, Welly mengembangkan salah satu makanan tradisional yang kini populer di wilayah itu.

Kaloci Pontianak merupakan usaha kakeknya sejak 1987. Usaha ini kemudian diturunkan pada ayahnya. Kini, Welly mengelola usaha tersebut serta mengembangkannya.

Kaloci adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan. Teksturnya kenyal dan dimakan dengan baluran kacang tanah yg manis.

Kaloci bisanya dimakan pada hari pertama Imlek oleh masyarakat Tionghoa. Kaloci yang identik lengket dan manis mengartikan hari pertama tahun baru yang hangat bersama keluarga.

" Makan kaloci identik lengket dan manis. Itu simbol imlek diawali pembukaan tahun dengan lengket bersama keluarga," ujar Welly saat ditemui di sela Sertifikasi Halal yang digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Batam, Kepulauan Riau, belum lama ini.

Kaloci pertama kali dikenal sebagai makanan tradisional Tionghoa. Namin, seiring waktu, kaloci menjadi makanan khas Pontianak yang bisa dikonsumsi kapan saja.

Sertifikasi halal menjadi salah satu fokus Welly ketika mengembangkan usaha keluarga ini. Menurutnya, sertifikasi halal akan menambah pangsa pasar lebih luas.

"Tanpa sertifikasi halal, makanan itu hanya terbatas untuk kalangan tertentu," katanya.

Lagipula, katanya, produk yang ia tawarkan memang tidak mengandung bahan-bahan yang tidak halal. Sehingga, sertifikasi halal memberikan kepastian kepada pembeli bahwa produk yang dijual dapat dikonsumsi oleh siapapun.

"Sertifikasi halal menambah market terutama sahabat kita yang Muslim," ujarnya.

Menururtnya, sertifikasi halal memberikan keamanan dan kenyamanan pada konsumen saat mengonsumsi produk tertentu. "Karena produk kita tidak me...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang