Liputan6.com, Cilacap - Hingga sampai saat ini, kiai ataupun ustadz merupakan gelar kehormatan bagi seseorang yang tidak diperoleh melalui pendidikan formal.
Julukan ini tergolong alamiah. Sebab masyarakat umum yang melabeli seseorang dengan gelar atau julukan yang mulia ini.
Perihal kiai atau ustadz kiai nyentrik asal kota yang berjuluk The Cola Of Java, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), mengungkapkan perbedaan antara kiai dulu dan sekarang. Termasuk di dalamnya beliau membahas tentang ustadz atau pengajar ilmu agama dahulu dan sekarang.
Menurut Gus Baha, kiai atau ustadz zaman dahulu itu bisa dipastikan orang-orang yang sholeh dan memiliki pengetahuan agama yang luas.
“Ada seorang kiai, seorang ustadz. Kiai dulu itu memang orang sholeh, alim terus jadi kiai,” tuturnya dikutip dari tayangan YouTube Short @MuharulizChannel, Selasa (31/12/2024).
Simak Video Pilihan Ini:
Harga Bawang Putih Membumbung Tinggi, Siapa Untung?
Beda Kiai Dulu dan Sekarang
Lain halnya dengan kiai sekarang, tidak bisa menjamin dua syarat di atas melekat dalam dirinya, yakni orang sholeh sekaligus alim.
Gus Baha lebih lanjut mengungkap keprihatinan yang terjadi terkait kiai atau ustadz zaman now yang tak lagi seperti dulu.
Bahkan dengan sedikit berkelakar, jadi kiaia itu berangkat dari keinginan lalu ia mendaftar. Demikian halnya dengan ustadz, sebab ada gajinya, maka ia berkeinginan untuk menjadi seorang ustadz.
...
1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)