Liputan6.com, Jakarta - Melaksanakan sholat lima waktu merupakan kewajiban bagi umat Muslim. Namun, kita juga dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah sebagai penyempurna ibadah.
Sholat sunnah dapat dikerjakan kapan saja, baik sebelum atau sesudah sholat fardhu. Misalnya, sholat tahajud, sholat dhuha, sholat rawatib, dan sebagainya.
Namun, di tengah semangat menjalankan sholat sunnah, mungkin masih ada yang sering menunda atau bahkan meninggalkan sholat wajib karena berbagai alasan. Alhasil ada yang sampai utang sholat.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya mengqadha sholat juga termasuk suatu kewajiban. Sebuah hadis menjelaskan sebagai berikut:
مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا
Artinya: “Barang siapa lupa sholat atau tertidur hingga meninggalkan sholat, maka tebusannya adalah melaksanakan sholat tersebut ketika ia ingat,” (HR. Muslim).
Lantas dalam hal ini, bagaimana hukumnya jika seseorang rajin melaksanakan sholat sunnah, tetapi masih memiliki utang sholat wajib yang belum dikerjakan?
Saksikan Video Pilihan ini:
Inspiratif, Pemuda Cilacap Bikin Drum Kayu yang Laris di Amerika dan Jerman

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)