7 bulan yg lalu

Produksi Pestisida Domestik Digenjot, Petani Tak Lagi Bergantung Impor


TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Meningkatnya ancaman gagal panen akibat perubahan iklim dan serangan hama membuat produksi pestisida dalam negeri menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Bayer Crop Science Site Lead Indonesia dan Malaysia, Muhammad Zoel Akbar, menjelaskan ketersediaan sarana perlindungan tanaman hasil produksi dalam negeri memungkinkan petani tetap berproduksi tanpa bergantung pada pasokan impor.

"Dengan kemampuan manufaktur lokal, petani dapat lebih cepat memperoleh bahan perlindungan tanaman sesuai kebutuhan dan kondisi lahan mereka," kata Zoel di acara konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025).

Ia menuturkan, pabrik Bayer Indonesia yang berlokasi di Rungkut, Surabaya, saat ini mampu memproduksi berbagai jenis fungisida dan insektisida dengan kapasitas hingga 12 juta kilogram per tahun secara mandiri. 

Dari total produksi tersebut, sekitar 60 persen dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara 40 persen sisanya diekspor ke lebih dari 10 negara di kawasan Asia dan Australia.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mendukung percepatan program ketahanan serta swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Zoel menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi krusial mengingat Indonesia memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim ekstrem yang dapat memicu ledakan populasi hama dan penyakit tanaman.

Ia mengingatkan, meski produksi pangan nasional seperti beras dan jagung masih terkendali, ancaman hama dan penyakit tanaman tidak bisa dianggap sepele. 

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), sekitar 40 persen hasil panen global hilang setiap tahun akibat gangguan tersebut.

Baca juga: 10 Negar...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang