1 tahun yg lalu

Orang Islam Bekerja kepada Nonmuslim Jangan Kecil Hati, Begini Kata Gus Baha


Liputan6.com, Jakarta - KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal dengan Gus Baha, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Rembang, Jawa Tengah, memberikan tausiyah yang penuh hikmah tentang pandangan Islam terhadap bekerja dan status sosial.

Menurut Gus Baha, seorang muslim yang menjalankan sholat dan mencari nafkah halal tidak perlu merasa kalah, meskipun secara sosial ekonomi terlihat lebih rendah.

Gus Baha menyampaikan, "Ketika kita secara sosial ekonomi kalah, mungkin secara apa saja kalah, meskipun kita tidak ingin kalah, jangan pakai ukuran itu. Jangan-jangan ketika kita kalah kaya sama nuwunsewu nonmuslim atau kalah kaya sama orang yang tidak sholat, kita tetap tidak perlu merasa kalah." Ceramah ini dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @takmiralmukmin.

Ia menegaskan bahwa kerja keras untuk mencari nafkah halal merupakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Menurutnya, status seseorang sebagai pekerja atau buruh tidak akan merendahkan derajatnya di hadapan Allah.

"Ketika Anda kerja dan tholabul halal, itu perintah Allah. Jadi Anda tidak pernah buruh di mata Allah, melainkan distatuskan sebagai orang yang mencari nafkah halal dan itu ibadah," ujar Gus Baha.

Ia juga menjelaskan bahwa Islam hanya mengakui hukum Allah sebagai dasar kehidupan. Hal ini menjadi pedoman agar setiap muslim tidak merasa rendah, meskipun dalam pandangan manusia terlihat kurang beruntung secara materi.

Dalam ceramahnya, Gus Baha menceritakan kisah Sayidina Ali karamallah wajah, yang pernah bekerja pada seorang Yahudi. Meskipun bekerja di bawah orang yang berbeda keyakinan, Sayidina Ali tidak merasa hina, karena memahami bahwa mencari nafkah halal adalah perintah Allah.

Simak Video Pilihan Ini:

Spektakuler, Penampakan Video Udara Kebakaran Kilang Balongan Indramayu

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang