1. Apakah boleh menunda mandi wajib dan melakukan aktivitas lain seperti memasak?
Ya, diperbolehkan. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah berinteraksi dengan sahabat dalam keadaan junub dan baru mandi setelahnya. Namun, jika hendak makan atau tidur, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.
2. Apakah boleh langsung salat setelah mandi wajib?
Boleh, jika mandi wajib dilakukan dengan benar dan seluruh tubuh telah tersentuh air. Tidak perlu berwudhu lagi jika wudhu telah dilakukan dalam proses mandi wajib.
3. Apakah mandi wajib bisa diganti dengan tayamum?
Mandi wajib hanya boleh diganti dengan tayamum jika benar-benar tidak ada air atau penggunaan air membahayakan kesehatan, misalnya sakit berat. Namun, jika air tersedia, maka mandi wajib tidak boleh ditinggalkan.
4. Apakah keluar mani tanpa hubungan badan juga wajib mandi?
Ya, keluarnya air mani dengan syahwat, baik dalam tidur (mimpi basah) maupun terjaga, mewajibkan mandi besar, meskipun tidak terjadi hubungan badan.
5. Bolehkah suami istri berhubungan dua kali dalam satu malam dan hanya mandi sekali?
Boleh. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW pernah melakukan demikian. Namun, sebaiknya menjaga kebersihan diri dan segera mandi jika hendak melaksanakan salat.

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)