8 bulan yg lalu

Kisah Menyentuh Pendiri Startup, Nyaris Bangkrut hingga Bangkit Lagi


Jakarta -

Membangun sebuah bisnis rintisan (startup) tidak pernah lepas dari risiko kegagalan. Berdasarkan Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, sejak tahun 1994, tingkat kelangsungan hidup bisnis usaha kecil selama lima tahun hanya berkisar 50%, sementara pada 2018 dikisaran 57,3%.

Namun, di balik angka itu banyak kisah jatuh bangun para pendiri bisnis tersebut yang harus melewati tekanan finansial, kehilangan identitas, hingga kembali dan menemukan kesuksesan setelahnya.

Pengusaha serial Ismael Dainehine pernah merasakan pahitnya membangun usaha. Dia telah mendirikan banyak bisnis, setidaknya dua yang gagal, lalu ada tiga yang sukses. Dan baru-baru ini ia mendirikan perusahaan EverGive, sebuah organisasi nirlaba yang berinvestasi dalam Bitcoin untuk mengumpulkan donasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya benar-benar merasakan tekanan yang saya berikan pada diri saya sendiri karena keterbatasan finansial yang saya miliki dalam kehidupan pribadi saya. Tidak ada orang lain yang bisa memberi tekanan lebih besar pada saya saat itu selain saya sendiri," ujarnya dikutip dari CNBC Make It, Sabtu (27/9/2025).

Dainehine mengatakan bahwa dari kegagalan tersebut, ia mampu belajar bisnis-bisnis berikutnya menghasilkan pendapatan jutaan dolar sebelum ia keluar. Namun, ia mengingatkan bahwa bisnis selalu dihantui rasa kekhawatiran. "Tanpa jiwa dan hampa setelah beberapa saat," tambahnya.

Sementara itu, Klaas Ardinois mendirikan CommVision pada tahun 2024, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak yang berbasis di Inggris yang tutup setahun kemudian. Ia mengatakan tantangan emosional terbesar dari kegagalan adalah mengecewakan investor yang menanamkan modal di perusahaan, dan memberhentikan karyawan yang hidupnya berantakan.

Ardinois, yang menyalahkan kegagalan pada ketidaksesuaian pasar dan disesatkan oleh perusahaan modal ...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang