Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri telekomunikasi nasional masih menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari keterbatasan spektrum frekuensi, biaya investasi tinggi, hingga rendahnya kualitas internet dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemenkomdigi memilih meningkatkan kecepatan internet dalam negeri untuk fixed broadband dengan melakukan lelang frekuensi 1,4 GHz pada kuartal pertama 2025.
Melalui spektrum tersebut, Komdigi akan mengalokasikannya untuk keperluan Broadband Wireless Access (BWA).
Adapun layanan BWA ini diberikan untuk penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet-switched menggunakan teknologi International Mobile Telecommunications (IMT).
Oleh karenanya, spektrum frekuensi menjadi faktor krusial dalam peningkatan layanan telekomunikasi, terutama untuk memenuhi target RPJMN 2025-2029 dan Visi Indonesia Digital 2045. Namun, masih terdapat tantangan utama yang dihadapi industri telekomunikasi saat ini.

1 tahun yg lalu






![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)