Jakarta (ANTARA) - Setiap tanggal 24 September, Indonesia memperingati Hari Tani Nasional, sebuah momentum untuk mengenang perjuangan petani sekaligus menegaskan kembali betapa pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan bangsa.
Biasanya, peringatan Hari Tani diwarnai dengan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi publik, festival pangan nusantara, beragam lomba, pertunjukan seni bertema pertanian, doa bersama di desa, hingga aksi damai.
Setiap daerah bisa punya cara tersendiri dalam merayakannya, tergantung pada kreativitas komunitas atau lembaga yang menjadi penggagas acara. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki akar sejarah panjang yang berkaitan erat dengan lahirnya kebijakan agraria di Tanah Air.
Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul Hari Tani Nasional dan apa makna yang terkandung di baliknya? Simak penjelasannya berikut ini berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Baca juga: Mentan: Hilirisasi pertanian diperkuat dengan anggaran Rp371,6 triliun
Asal-usul dan sejarah Hari Tani Nasional
Menurut laman resmi Kemendikbud kini Kemendikdasmen, Hari Tani Nasional diperingati untuk mengenang perjuangan petani dalam membebaskan diri dari kesulitan, sekaligus memberikan penghargaan atas kontribusi mereka bagi bangsa.
Sejarah pertanian di Indonesia sendiri sangat panjang. Tanggal 24 September ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden No. 169 Tahun 1963, bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).
Berdasarkan informasi dari Pemerintah Kabupaten Grobogan, sebelum tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional, UUPA...

8 bulan yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)