8 bulan yg lalu

Bos Freeport: Indonesia Bisa Jadi Produsen Katoda Tembaga Terbesar di Dunia


Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, Indonesia berpotensi memimpin produksi katoda tembaga terbesar di dunia dengan menghitung jumlah mineral dan ketersediaan tembaga dalam negeri.  

“Sementara negara-negara seluruh dunia berlomba membangun pembangkit listrik energi terbarukan dan transisi energi, permintaan tembaga semakin tinggi,” kata Tony, dalam Indonesia International Sustainability Forum 2025, di Jakarta, Sabtu (11/10). 

Menurut Tony, perusahaan-perusahaan yang membutuhkan katoda tembaga sebagai bahan baku mulai berdatangan ke Indonesia. Dengan harga sekitar US$ 4,7 atau Rp 78.000 (kurs (Rp 16.610/US$) per pon, permintaan terhadap tembaga akan terus bertambah tinggi.

Salah satu faktor pendorongnya adalah penggunaan katoda tembaga untuk kebutuhan transisi energi. “Sebanyak 65% tembaga di dunia digunakan untuk kendaraan listrik,” tambahnya. Tony menyebut, ketersediaan tembaga akan mendorong investasi hilir dalam negeri.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, pada triwulan II 2025, total realisasi investasi bidang hilirisasi sektor mineral mencapai Rp 96,2 triliun. Sebanyak Rp 22,3 triliun di antaranya mengarah pada tembaga.

Adapun, peringkat teratas di bidang hilirisasi mineral masih ditempati nikel dengan realisasi investasi Rp 46,3 triliun. 

Menciptakan Hilirisasi yang Adil

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi BKPM, Nurul Ichwan, menyebut perlunya hilirisasi yang mementingkan keadilan. 

“Pemerintah ingin industri hilir adil bagi Indonesia. Investor yang ingin berinvestasi di Indonesia bukan hanya mengambil bahan baku dari Indonesia,” katanya, dalam diskusi yang sama.

Nurul Ichwan mengatak...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang