Liputan6.com, Jakarta - Rajab yang termasuk bulan haram (dimuliakan) bisa menjadi ladang pahala jika dimanfaatkan dengan baik oleh umat Islam. Apalagi pada bulan Rajab terdapat anjuran untuk memperbanyak ibadah.
Salah satu amalan yang dianjurkan dikerjakan pada bulan Rajab adalah puasa. Dalil puasa Rajab merujuk pada hadis tentang puasa di bulan-bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum).
صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
Artinya: "Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!" (H.R. Abu Dawud dan yang lainnya dalam I'ânah at-Thâlibîn, Sayyid Abu Bakar Syatha’).
Mengutip NU Online, hadis tersebut merupakan anjuran untuk melakukan sekaligus meninggalkan puasa di bulan Rajab. Dengan kata lain, melaksanakan puasa Rajab semampunya saja.
Puasa Rajab dapat dilakukan kapan saja selagi masih di bulan tersebut. Jika demikian, apakah boleh puasa Rajab hanya dilakukan pada Jumat saja? Simak berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustadz Adi Hidayat (UAH).
Simak Video Pilihan Ini:
Terekam Kamera, Detik-Detik Pemuda Tewas Tenggelam Tercebur Bersama Motornya di Trek Dam Teluk Penyu Cilacap

1 tahun yg lalu





![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)