10 bulan yg lalu

Berat! Begini Sistem Parameter Audit Tambang Dunia


Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai parameter aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) internasional berat untuk dipenuhi perusahaan nikel di Indonesia. Tidak main-main, ada 400 daftar yang harus dipenuhi perusahaan guna mencapai standar ESG global tersebut.

Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey mengatakan, sejatinya Indonesia belum siap untuk memenuhi aspek ESG internasional. Bahkan, salah satu aspek ESG yang ditetapkan IRMA (Initiative or Responsible Mining Assurance) mencapai 400 daftar yang harus dipenuhi.

"Ada sekitar 400 list yang harus di-provide. Oke. Dan itu juga berhubungan yang paling banyak juga di laporan keuangan. Nah, itu agak berat-berat, ya, itu menurut pelaku, ya, anggota kita," kata Meidy kepada CNBC Indonesia dalam program Mining Zone, dikutip Jumat (28/7/2025).

"17 tahun IRMA berdiri, baru berapa perusahaan yang bisa masuk. Dan itu belum certified, masih audit," tambahnya.

Bahkan, dia mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan beberapa perusahaan pengukur standar ESG untuk bisa diterapkan pada operasi nikel di Indonesia.

"Pada saat nanti kita ada penambahan untuk standar ESG. Kita saat ini sedang menyusun parameter ESG Indonesia, kita diskusi dengan OEM Manufacturers, kita juga diskusi dengan ESG standar internasional, seperti IRMA, Nickel Institute, dan RMI," beber Meidy.

Selain itu, pihaknya saat ini tengah menyusun aspek apa saja dalam standar ESG di Indonesia yang perlu dilengkapi oleh perusahaan-perusahaan nikel. Setidaknya, ada 57 aspek yang harus dipenuhi untuk menilai sebuah perusahaan sudah menerapkan ESG yan...

Baca Seluruh Artikel

© Rileks 2026. Semua hak dilindungi undang-undang