Wedang jahe yang terlalu pekat bisa menimbulkan masalah pencernaan karena konsentrasinya yang terlalu tinggi
Tayang: Kamis, 27 November 2025 13:10 WIB
Pixabay
Ilustrasi manfaat rutin konsumsi jahe
TRIBUNHEALTH.COM - Jahe merupakan salah satu rempah yang dikenal punya manfaat penting untuk kesehatan.
Kendati demikian, bagaimana cara meminum jahe juga menentukan.
Misalnya, bagi sebagian orang, dalam dosis tinggi, jahe justru dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan.
Berikut ini cara sehat mengonsumsi jahe:
1. Cukup dengan dosis kecil
Sebermanfaat apa pun suatu senyawa, untuk konsumsi yang aman, moderasi adalah kuncinya.
Penelitian menunjukkan bahwa hingga 4 gram jahe per hari umumnya aman, tetapi jumlah yang lebih tinggi dapat menyebabkan hearturn, diare, atau refluks asam.
Cara paling aman adalah cukup konsumsi jahe sebagai bahan masakan atau pelengkap minuman, alih-alih minum dalam bentuk suplemen dosis tinggi.
Studi menunjukkan bahwa dosis dalam kisaran 0,5 hingga 3 gram per hari efektif dan dapat ditoleransi dengan baik.
2. Jangan minum jahe terlalu pekat
ilustrasi jahe (freepik)
Bagi banyak orang, wedang atau teh jahe di pagi hari adalah ritual rutin.
Wedang ini dibuat dengan menyeduh irisan jahe segar dalam air panas (bukan mendidih) selama 5-10 menit dan memberikan dosis ringan yang ramah lambung.
Demi keamanan, sebaiknya hindari "ginger shot" pekat atau ekstrak jahe yang kuat saat perut kosong.
Minuman ini justru lebih mungkin mengiritasi esofagus atau memicu refluks.
Sebaliknya, secangkir teh jahe ringan sebelum atau saat makan dapat meredakan mual dan membantu pencernaan tanpa membebani usus.
Baca...






![[Tabligh Akbar] Dari Banten untuk Indonesia Damai - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/0IjyKlfB3Lo/maxresdefault.jpg)


![[LIVE] 40 Hadits Pokok Dalam Islam - Ustadz Adi Hidayat](https://i1.ytimg.com/vi/M98MxIs-cn4/maxresdefault.jpg)